7.545 Siswa SMP di Sulsel Tak Lulus

Wednesday, July 15, 2009

Makassar, 23 Juni 2009 Hasil UN tingkat SMP di Sulsel tahun ini mengalami perbaikan dibandingkan sebelumnya. Ketidaklulusan siswa hanya mencapai 6,26% atau 7.545 siswa,menurun sekitar 9% dari tahun 2008 yang mencapai 16,04% atau 16.044 siswa.

Wakil Kepala Dinas Pendidikan Nasional Sulsel Saleh Gottang membenarkan,hasil UN SMP dan sederajat di Sulsel tahun 2009 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Berdasarkan data, angka ketidaklulusan siswa mengalami penurunan yang cukup signifikan.

”Data sementara yang telah masuk ke Diknas Sulsel menunjukkan tahun ini angka ketidaklulusan siswa di Sulsel hanya mencapai 6,26% atau sekitar 7.000 lebih.Jumlah ini mengalami penurunan sekitar 9% lebih dari tahun 2008 lalu. Data ini minus lima sekolah,”jelas Saleh Gottang kepada wartawan,kemarin.

Lima sekolah yang belum menyerahkan hasil pemeriksaan UNnya yakni SMP Negeri 3 Sinjai, SMP Negeri 12 Makassar,SMP Negeri 3 Makassar,SMP Negeri 2 Maros, dan SMP Negeri 4 Awangpone Bone. ”Laporannya, hasil ujian lima sekolah tersebut mengalami kerusakan sehingga pemeriksaan dengan sistem komputerisasi juga mengalami masalah,”ujarnya.
Sekadar diketahui,UN SMP di Sulsel diikuti 120.531 siswa dari 24 kabupaten/kota. Hasil positif tingkat kelulusan pada siswa SMP berbanding terbalik dengan tingkat kelulusan siswa SMA yang pada tahun ini mengalami penurunan. Menurutnya, menurunnya angka ketidaklulusan siswa SMP dan sederajat di Sulsel merupakan indikator keberhasilan program pendidikan gratis.

Program ini dinilai telah mampu meningkatkan kemampuan siswa dan guru dalam menerapkan materi pembelajaran. Selain itu, program pendidikan gratis pun telah berdampak positif terhadap jumlah kepesertaan siswa ujian. Tahun ini, jumlah peserta ujian berjumlah 120.531 siswa atau meningkat sekitar 9.000 siwa dari tahun 2008 yang hanya sebanyak 111.000 siswa.

Terbaik dan Terburuk

Hasil UN SMP di Sulsel tahun ini, Kabupaten Enrekang meraih prestasi hasil UN terbaik dari 23 kabupaten/ kota lainnya dengan persentase ketidaklulusan hanya mencapai 1,24%. Sementara, hasil UN terburuk terjadi di Kabupaten Bantaeng dengan persentase sebesar 30,37%.

Jumlah peserta UN tingkat SMP, MTs, dan SMP Terbuka di Kabupaten Bantaeng sebanyak 2.285 orang, peserta yang tidak lulus sebanyak 694 orang.Angka ketidaklulusan siswa di Butta Turatea ini mengalami peningkatan yang cukup besar jika dibandingkan tahun sebelumnya,yakni 438 orang siswa dari 2.160 yang mengikuti ujian.

“Banyaknya peserta SMP yang tidak lulus UN tahun ini di Bantaeng menjadikan kabupaten tersebut berada di urutan ke 24 dari seluruh kabupaten yang ada di Sulsel. Urutan terakhir,” kata Saleh Gottang yang ditemui di ruang kerjanya,kemarin.

Pemprov Sulsel menegaskan, bagi siswa yang dinyatakan tidak lulus UN tahun ini, dapat tetap mengikuti ujian paket B. Meski demikian,pihak Diknas mengaku belum mengetahui jadwal pasti pelaksanaan ujian Paket B tersebut. ”Diknas Sulsel berharap, siswa yang tidak lulus dapat segera berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk persiapan menghadapi Paket B,”tambahnya.

Gagal Total

Pada UN tingkat SMP tahun ajaran 2008/2009 ini, Dinas Pendidikan Kota Makassar kembali tercoreng dengan dua sekolah swasta yang dipastikan gagal total alias tak satupun siswanya lulus UN. Hal sama juga terjadi pada UN SMA di Makassar barubaru ini,ada enam sekolah swasta yang juga gagal total.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pendidikan Makassar, kedua sekolah tersebut masing-masing SMP Muhammadiyah IV (tiga siswa) dan SMP Muhammadiyah IX (16 siswa). Kepala Dinas Pendidikan Makassar Muhammad Natsir Azis menjelaskan, ketidaklulusan tersebut disebabkan jumlah peserta sangat sedikit yang berdampak pada kualitas guru.

“Dengan jumlah siswa yang sedikit itu,tentu tidak sebanding dengan biaya operasional sekolah. Jadi, sebaiknya sekolah seperti itu tidak lagi menerima siswa,”tegasnya,kemarin. Mengenai sekolah berstatus negeri, mayoritas pelajar yang dipastikan tidak lulus yakni SMP Negeri 11 dengan jumlah 124 pelajar dari total peserta 180 orang.

Muhammad Natsir Azis beranggapan, penyebab hal tersebut diprediksikan berasal dari siswa yang malas dan minimnya perhatian orang tua siswa. Pada tahun ini,total jumlah siswa di Kota Makassar yang dinyatakan tidak lulus sebanyak 2.089 orang. Dengan rincian, SMP sebanyak 1.793 pelajar dari total peserta 17.817 orang, Madrasah Tsanawiah 198 orang dari jumlah peserta 1.464 orang, dan SMP terbuka sebanyak 98 orang dari 372 peserta.

Dengan demikian, tingkat ketidaklulusan mencapai 10,62 %. Jika membandingkan angka ketidaklulusan dengan tahun lalu, tingkat persentase ketidaklulusan pada tahun ini mengalami penurunan. Pada tahun ajaran 2007/2008 lalu tercatat sebanyak 5.639 orang atau 30,10 %. Rinciannya, siswa SMP yang tidak lulus sebanyak 4.823 orang,Madrasah Tsanawiah sebanyak 519 orang, dan SMP terbuka sebanyak 297 orang.

Tetapi, di balik kegagalan enam sekolah swasta itu, hal positif juga di raih enam sekolah di Makassar yang dinyatakan lulus 100 %. Sekolah tersebut mayoritas sekolah swasta yakni SMP Kristen Philadelpia, SMP Mulya Bakti,SMP Taruna Bangsa, SMP Islam Athirah 1, dan SMP Makassar Mulya. Sekolah berstatus negeri yang dipastikan lulus 100 % hanya diraih SMPN 6 dengan jumlah peserta sebanyak 317 pelajar.

Terkait pelajar yang tidak lulus tersebut, Dinas Pendidikan Makassar tetap membuka ujian paket B. Sayangnya, kepastian jadwal tersebut masih belum diketahui. “Yang jelasnya jadwalnya bulan ini.Karena saat ini kami masih fokus pada ujian paket C yang digelar besok (hari ini),” tandasnya. (andi amriani/ mulyadi abdillah/abriandi)

sumber ; http://www.makassarkota.go.id/content/view/2477/130/

0 komentar:

Post a Comment